Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 9 Okt 2021 18:33 WIB ·

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia


 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia Perbesar

JIGANG.ID – Tradisi Maulid Nabi di Indonesia. Negara Republik Indonesia telah mensahkan perayaan maulid nabi sebagai hari besar dan hari libur nasional. Tahun-tahun terakhir ini, Presiden juga menghadiri peringatan ini di Masjid Istiqlal.

Di Indonesia, perayaan maulid Nabi sering kali terselenggara di surau-surau, masjid-masjid, majlis ta’lim dan di pondok-pondok pesantren. Kegiatan yang terjadi sangat beragam cara yang meriah dan dengan sejumlah acara, antara lain ; khitanan masal, pengajian, dan berbagai perlombaan.

Malam hari tanggal 12 Maulid merupakan puncak acara. Biasanya mereka membaca sirah nabawiyah (sejarah hidup Nabi sejak kelahiran sampai wafatnya), dalam bentuk prosa dengan cara berganti-ganti dan kadang-kadang dengan memakai lagu-lagu tertentu. Pembacaan sirah Nabawi ini termasuk salah satu tradisi maulid yang favorit di Indonesia. Misalnya al-Barjanzi, Simtudduror, Dziba’ dan lain-lain.

BACA JUGA: Sejarah Pengarang Maulid Simthud duror

Perbedaan Tradisi Maulid Nabi di Beberapa Wilayah di Indonesia

Masyarakat di setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakan kelahiran manusia agung tersebut. Meskipun seringkali tidak ada hubungan langsung antara kelahiran Nabi Muhammad dan upacara yang mereka lakukan.

Di daerah Yogyakarta tradisi muludan dilakukan kegiatan tradisi budaya Sekatenan. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Tradisi budaya Jawa biasanya melakukan tradisi maulid nabi di masyarakat tertentu adalah ritual memandikan benda-benda pusaka. Benda-benda pusaka seperti keris, tombak atau barang pusaka lainnya tersebut dimandikan dengan air yang sudah teracik dengan ramuan bunga tujuh warna yang kemudian air bekas ‘memandikan’ benda-benda pusaka tersebut bisa diambil.

Jika hal tersebut tidak hati-hati niatnya, bisa terjerumus ke dalam kemusyrikan. Oleh karena itu, tradisi seperti demikian harus diwaspadai niat dan tujuannya.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa air tersebut mengandung berbagai macam khasiat dan berguna untuk berbagai keperluan dan keberkahan.

Kata Sekaten secara turun temurun merupakan bentuk transformasi kalimat “Syahadat”. Syahadat yang banyak terucap istilah dua syahadat sebagai Syahadatain ini kemudian menyatu dengan bahasa lokal. Khususnya kultur dan sastra Jawa sehingga menjadi Syakatain dan pada akhirnya bertransformasi menjadi istilah Sekaten hingga sekarang.

Lain dengan Yogyajarta, warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari selasa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi ”ampyang” maulid. Tradisi ”ampyang” yang biasa dikenal oleh warga setempat merupakan tradisi memperingati hari kelahiran nabi dengan menyajikan makanan yang sudah terhiasi dengan ”ampyang” atau krupuk yang diarak keliling desa, sebelum menuju ke Masjid Wali At Taqwa di desa setempat.

Di kecamatan Glagah kabupaten Lamongan, peringatan Maulid Nabi terlaksana dengan pembacaan kitab al-Barzanji, anak-anak dan orang dewasa datang dengan membawa bermacam-macam buah-buahan. Yang unik dalam peringatan ini selalu ada banyak bunga yang terangkai kemudian menempel di atas pohon pisang, dan jika acara mau selesai bunga itu dibagi-bagikan kepada para hadirin.

Keistimewaan peradapan islam tak hanya terletak pada unsur spiritual yang kental, tapi juga di bangun dengan tradisi-tradisi yang berlaku di dalam masyarakat. Peradapan islam kaya dengan budaya-budaya lokal yang diadopsi dan diselaraskan dengan nilai-nilai Islam, semisal Maulid Nabi Muhammad yang dirayakan oleh umat islam di belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H)

9 Oktober 2021 - 07:40 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Dalil Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad

8 Oktober 2021 - 14:37 WIB

Dalil Maulid Nabi
Trending di Artikel