Menu

Mode Gelap
 

Fikih · 18 Jul 2021 22:23 WIB ·

Sunnah Membaca Takbir Hari Raya Iduladha Sejak Kapan?


 Sunnah Membaca Takbir Hari Raya Iduladha Sejak Kapan? Perbesar

JIGANG.ID – Membaca takbir pada hari raya Iduladha disunnahkan mulai kapan dan sampai kapan?

Perbedaan Ulama

Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i takbir Idul Adha dilaksanakan sejak Dzuhur pada hari raya Iduladha. 

Lafadz takbir dikumandangkan hingga waktu salat Subuh pada hari Tasyrik terakir. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, hari tasyrik adalah hari makan dan minum di tanggal 11,12, 13 Dzulhijjah. 

Sementara itu, menurut Imam Ahmad, Abu Saur, dan Sufyan Saury takbir Iduladha dibaca sejak Subuh pada hari Arafah hingga waktu sholat Ashar pada hari Tasyrik terakhir.

Lafadz Takbiran 

Sesuai Sunnah dan Artinya Bacaan takbiran Idul Adha versi pendek Arab:

 للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد 

Latin: 

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd 

Artinya: 

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. 

Bacaan takbiran Iduladha versi panjang Arab:

 للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ 

Latin: 

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa. Laailaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laailaahaillallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. Laailaahaillallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahilhamd. 

Artinya: 

Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esaan-Nya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah. 

Perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha 

Berdasarkan hadits tentang takbiran terdapat perbedaan takbir Idul Fitri dan Idul Adha. Takbir Idul Fitri, menurut Ibnu Umra, Imam Malik, Imam Ahmad dan Ishaq dilafadzkan sejak keluar untuk sholat Ied sampai dengan dimulainya khotbah. Sedangkan menurut Imam Syafi’i, takbir dimulai sejak terbenam matahari di hari akhir Ramadhan sampai dimulainya khotbah. 

Kemudian, takbir Iduladha dilafadzkan sejak Subuh di hari Arafah hingga hari tasyrik terakhir. Lalu, hukum bertakbir hari kedua sunnah dan diucapkan tidak terbatas pada waktu-waktu tertentu, tetapi berlaku untuk semua waktu.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Niat Sholat 5 Waktu Lengkap dengan Artinya

19 Oktober 2021 - 13:51 WIB

Sholat wajib

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Perbedaan Syarat dan Rukun dalam Ibadah

17 Oktober 2021 - 07:11 WIB

Dalil Maulid Nabi

Benarkah Tidak Boleh Melangsungkan Akad Nikah pada Bulan Muharram?

10 Agustus 2021 - 08:19 WIB

Keutamaan Puasa Bulan Muharram Pahala Dilipatgandakan

8 Agustus 2021 - 12:25 WIB

maulid

13 Sunnah dalam Wudlu, Lakukan ini Banyak Keutamaannya

26 Juli 2021 - 14:48 WIB

Trending di Fikih