Menu

Mode Gelap
 

Tasawuf · 14 Mar 2021 23:00 WIB ·

Sejarah Munculnya Tarekat dalam Tasawuf


 Sejarah Munculnya Tarekat dalam Tasawuf Perbesar

JIGANG.ID – Asal kata tarekat dalam bahasa Arab ialah “thariqah” yang berarti jalan, keadaan, aliran atau garis pada sesuatu. Tarekat adalah jalan yang ditempuh para sufi. Dapat pula digambarkan sebagai jalan yang berpangkal dari syariat, sebab jalan jalan utama disebut syar, sedangkan anak jalan disebut “thariq”, yang dimaksud Tarekat ialah suatu sistem dan cara-cara beramal atas Irsyad seseorang mursyid terhadapa murid-muridnya yang mengikat dalam suatu mazhab tertentu yang pada dasarnya untuk menjalankan sunnah Rasulullah saw secara optimal dan sungguh-sungguh.

Adapun “tarekat” menurut istilah ulama Tasawuf: (1). Jalan kepada Allah dengan mengamalkan ilmu Tauhid, Fikih dan Tasawuf. (2). Cara atau kaifiat mengerjakan sesuatu amalan untuk mencapai suatu tujuan.

Berdasarkan beberapa definisi yang tersebut di atas, jelaslah bahwa tarekat adalah suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengamalkan ilmu Tauhid, Fikih dan Tasawuf.

Tarekat juga berarti organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. Pada masa permulaan, setiap guru sufi dikelilingi oleh lingkaran murid mereka dan beberapa murid ini kelak akan menjadi guru pula. Boleh dikatakan bahwa tarekat itu mensistematiskan ajaran dan metode-metode tasawuf. Guru tarekat yang sama mengajarkan metode yang sama, zikir yang sama, muraqabah yang sama.

Seorang pengikut tarekat akan memperoleh kemajuan melalui sederet amalan-amalan berdasarkan tingkat yang dilalui oleh semua pengikut tarekat yang sama. Dari pengikut biasa (mansub) menjadi murid selanjutnya pembantu Syaikh (khalifah-nya) dan akhirnya menjadi guru yang mandiri (mursyid).

Sejarah Tarekat

Tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufisme baru muncul pada abad 5 H atau 13 Masehi. Hal ini ditandai dengan setiap silsilah tokoh sufi atau nama pendiri yang lahir pada abad itu. Pada periode ini tasawuf memiliki aturan-aturan, prinsip-prinsip, dan sistem khusus; sedangkan sebelumnya tasawuf diterapkan secara individual disana-sini tanpa adanya ikatan satu sama lain.

Ini terjadi karena didasari amalan-amalan kaum sufi bukan lagi pada dirinya saja akan tetapi telah memperhatikan aspek sosial, sehingga al-mukimin mir’at al-mukminin “orang mukmin adalah cermin bagi sesamanya” menjadi pedoman yang sangat baik di dalam hubungan sosial.

Dari kegiatan sosial yang berkembang inlah muncul sikap baru dari kaum sufi untuk merubah tingkah atau pola kaum sufi sebagai kelompok eksklusif menjadi gerakan massa yang menyebarkan ajarannya ke seluruh tingkat masyarakat.

Bahkan ada beberapa gerakan tarekat yang juga melibatkan diri pada kegiatan politik seperti Tarekat Sanusiyah yang menentang penjajahan Italian di Libya, Tarekat Tijaniyah yang menentang penjajahan Perancis di Afrika Utara serta Tarekat Safawiyah yang mendirikan Kerajaan Safawi di Persia.

Awal kemuculan tarekat, ditandai dengan munculnya tarekat Qadariyah yang dikembangkan oleh Syaikh Abdul Qadir Jailani di Asia Tengah Tibristan tempat kelahiran dan kegiatannya, kemudian berkembang ke Iran, Turki, Arab Saudi sampai ke Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Tiongkok. Muncul pula Tarekat Rifa’iyah di Maroko dan Aljazair. Disusul Tarekat Suhardawiyah di Afrika Utara, Afrika Tengah, Sudan dan Nigeria.

5 Unsur Terbentuknya Tarekat

Dalam tarekat, setidaknya ada lima unsur penting yang menjadi dasar terbentuknya sebuah tarekat. Kelima hal tersebut adalah:

Mursyid

Mursyid adalah dianggap telah mencapai tahap mukasyafah, telah terbuka tabir antara dirinya dan Tuhan. Mursyid atau guru atau master atau pir bertugas menemani dan membimbing para penempuh jalan spiritual untuk mendekati Allah, seperti yang terjadi pada diri sang guru. Guru spiritual itu kadang disebut dengan istilah thayr al-quds (burung suci) atau Khidir. Dalam tarekat, bimbingan guru yang telah mengalami perjalanan rohani secara pribadi dan mengetahui prosedur-prosedur setiap mikraj rohani adalah sangat penting.

Baiat

Baiat atau talqin adalah janji setia seorang murid kepada gurunya, bahwa ia akan mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh sang guru, tanpa “reserve”.

Silsilah

Silsilah tarekat adalah “nisbah”, hubungan guru terdahulu sambung-menyambung antara satu sama lain sampai kepada Nabi. Hal ini harus ada sebab bimbingan keruhanian yang diambil dari guru-guru itu harus benar-benar berasal dari Nabi. Kalau tidak demikian halnya berarti tarekat itu terputus dan palsu, bukan warisan dari Nabi.

Murid

Murid atau kadang disebut salik adalah orang yang sedang mencari bimbingan perjalanannya menuju Allah. Dalam pandangan pengikut tarekat, seorang yang melakukan perjalanan rohani menuju Tuhan tanpa bimbingan guru yang berpengalaman melewati berbagai tahap (maqamat) dan mampu mengatasi keadaan jiwa (hal) dalam perjalanan spiritualnya, maka orang tersebut mudah tersesat.

Ajaran

Ajaran adalah praktik-praktik dan ilmu-ilmu tertentu yang diajarkan dalam sebuah tarekat. Biasanya, masing-masing tarekat memiliki kekhasan ajaran dan metode khusus dalam mendekati Tuhan. Guru-guru tarekat yang sama mengajarkan metode yang sama kepada murid-muridnya.

Kesimpulan

Tarekat adalah suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengamalkan ilmu Tauhid, Fikih dan Tasawuf.

Tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufisme baru muncul pada abad 5 H atau 13 Masehi. Hal ini ditandai dengan setiap silsilah tokoh sufi atau nama pendiri yang lahir pada abad itu. Pada periode ini tasawuf memiliki aturan-aturan, prinsip-prinsip, dan sistem khusus.

Dalam tarekat, setidaknya ada lima unsur penting yang menjadi dasar terbentuknya sebuah tarekat, yaitu : Mursyid, Baiat, Silsilah, Murid dan Ajaran.

Penulis: Safira Arifani

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abu Hasyim As-Shufi, Orang Pertama Bergelar Sufi

22 Oktober 2021 - 19:50 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

Sufi dan Tasawuf itu Apa, sih?

10 April 2021 - 06:06 WIB

Khalifah

Kisah Habib Ali Al-Jufri Menyesal karena Poligami

9 April 2021 - 11:58 WIB

Habib ali al-Jufri

Sejarah Tasawuf dan Asal Mulanya

6 November 2019 - 23:35 WIB

Trending di Tasawuf