Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 9 Okt 2021 07:40 WIB ·

Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H)


 Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H) Perbesar

JIGANG.ID – Sejarah Maulid Nabi tidak asing kita dengarkan. Artikel ini disadur dari tulisan Moh Yunus yang sudah terbit di jurnal Humanistika. Istilah “Maulid” bagi kalangan Muslim Indonesia tidaklah asing. Secara etimologi, istilah “Maulid” berasal dari bahasa Arab –Walada Yalidu Wiladan– yang berarti kelahiran.

Kata ini biasanya disandingkan atau dikaitkan dengan Nabi Muhammad saw. Secara historis Sosiologis tanggal kelahiran Rosulullah tidak diketahui secara pasti. Bahkan, sebagian ahli sejarah di masa kini yang mengadakan penelitian menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi Muhammad 9 Rabi’ul Awal, bukan 12 Rabi’ul Awal.

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, di seluruh dunia yang berpenduduk mayoritas Muslim diperigati Maulid nabi. Yang menarik justru Arab Saudi adalah satu-satunya negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi. Hal ini disebakan karena mayoritas muslim Arab Saudi menganut paham wahabi dominan termasuk salaf dan pemahaman taliban. Perayaan Maulid Nabi seperti ini dianggap bid’ah.

Tinjauan Sejarah Maulid Nabi

Menurut sejarah ada dua pendapat yang menengarai awal munculnya tradisi Maulid. Pertama, tradisi Maulid pertama kali diadakan oleh khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun341Hijriyah. Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah tahun 524 H.

Pendapat ini juga dikemukakan oleh Al-Sakhawi (wafat 902 H).5Kedua, Maulid diadakan oleh khalifah Mudhaffar Abu Said pada tahun 630 H yang mengadakan acara Maulid besar-besaran.

Saat itu, Mudhaffar sedang berpikir tentang cara bagaimana negerinya bisa selamat dari kekejaman Temujin yang dikenal dengan nama Jengiz Khan (1167-1227 M.) dari Mongol. Jengiz Khan, seorang raja Mongol yang naik tahta ketika berusia 13 tahun dan mampu mengadakan konfederasi tokoh-tokoh agama, berambisi menguasai dunia.

Tidak tanggung-tanggung, dia mengadakan acara Maulid selama 7 hari 7 malam. Dalam acara Maulid itu ada 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100.000 keju dan 30.000 piring makanan. Acara ini menghabiskan 300.000 dinar uang emas. Kemudian, dalam acara itu Mudhaffar mengundang para orator untuk menghidupkan nadi heroisme Muslimin. Hasilnya, semangat heroisme Muslimin saat itu dapat dikobarkan dan siap menjadi benteng kokoh Islam.

Semoga artikel ini bisa membantu memberikan pemahaman yang luas tentang sejarah maulid nabi. Artikel yang ditulis oleh Moh. Yunus ini memberikan perspektif sejarah maulid secara lebih gamblang dan jelas.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

9 Oktober 2021 - 18:33 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Dalil Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad

8 Oktober 2021 - 14:37 WIB

Dalil Maulid Nabi
Trending di Artikel