Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 6 Agu 2021 23:52 WIB ·

Sejarah Kodifikasi Hadis pada Masa Umar bin Abdul Aziz


 Sejarah Kodifikasi Hadis pada Masa Umar bin Abdul Aziz Perbesar

Sejarah Kodifikasi Hadis pada Masa Umar bin Abdul Aziz. Penerimaan hadis pada masa nabi tersampaikan melalui lisan atau dari mulut ke mulut, kemudian pada akhir masa abad pertama hijriah, tepatnya pada masa khalifah Umam bin Abdul Aziz penguasa dinasti umayyah mencoba mendokumentasikan, mengumpulkan hadis-hadis itu dalam bentuk kitab.

Umar bin Abdul Aziz menempuh langkah-langkah kodifikasi hadis dengan menunjuk salah satu gubernur madinah yaitu Amr bin Hazm (wafat 735M) yang diberi mandat untuk mengumpulkan hadis-hadis dari madinah. Gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Umar bin Abdul iziz kemudian ulama-ulama pada waktu itu menanggapi hal tersebut dengan antusias. 

Selain Amr bin Hazm, juga menunjuk salah seorang tokoh yang bernama Syihab Az-zuhri (wafat 795M) dan untuk membangun sebuah metodologi, menunjuk Malik bin Anas (wafat 741M) sebagai orang yang secara teknis mengumpulkan hadis-hadis tersebut.

Oleh karena itu, pada masa inilah yang para sejarawan Islam menyebutnya al ashr al fash al riwayat yaitu upaya-upaya untuk mengumpulkan hadis, mulai dari mengklasifisikan hadis sesuai dengan tingkat otentisitas dan juga tingkat orisinalitas sebuah hadis. 

Kodifikasi hadis atau pembukuan hadis memang perlu atas dasar banyaknya sahabat-sahabat yang mempunyai tulisan atau kumpulan-kumpulan hadis. 

Walaupun pada paktu itu nabi dasarnya melarang untuk menuliskan hadis, tapi ada beberapa sahabat yang tetap menuliskan sebuah hadis, salah satunya adalah sahifah Abdullah ibn Amr Al-ash, ia mengumpulkan beberapa hadis di berbagai lembaran, kemudian sahifah ash-sahihah milik Hamman bin Munnabih, kitab-kitab Abdullah bin abbas dan sohifah Jabir bin Abdillah al-anshari.

Mereka semua mempunyai catatan hadis meskipun tulisan tersebut pada masa nabi tidak resmi karena larangan nabi untuk menulis hadis. Dari dasar itulah maka agar tidak menjadi perbedaan, tidak terjadi penyalahgunaan riwayat. Terkait dengan kepentingan-kepentingan politik khususnya pada hadis-hadis yang berkembang pada masa itu maka Umar bin Abdul Aziz dan beberapa ulama untuk melakukan pengkodifikasian hadis. 

Motif kodifikasi hadis juga terdorong karena banyaknya para penghafal hadis yang meninggal dalam peperangan perluasan islam. Adanya konflik antarkelompok atas dasar ideologi yang semakin berkembang akibat pollitik. Perebutan kekuasaan pasca peristiwa tahkim yaitu ketika pertikaian antara sayidina Ali dan Muawiyah yang kemudian melahirkan firqah-firqah dalam Islam. 

Salah satu dari banyak sebab adalah karena banyaknya penafsiran hadis yang serampangan dalam rangka untuk mendukung para penguasa pada masa itu. 

Adanya kelompok-kelompok pendewan hadis yang tidak resmi di luar kehendak khalifah yang cukup membahayakan karena khawatir pendewan hadis hanya untuk kepenting-kepentingan kelompok tertentu. 

Berkembangnya budaya literasi pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, budaya literasi atau budaya tulis menulis sehingga sangat memungkinkan secara sumber daya manusia, kemampuan untuk mencoba melakukan pengkodifikasian hadis. 

Untuk menjaga ontentisitas sebuah hadis dan menjaga keaslian suatu hadis, maka upaya-upaya itu menjadi dasar yang kuat bagi Umar bin Abdul Aziz untuk melakukan pengkodifikasian hadis. Inilah sejarah singkat kodifikasi hadis di masa Umar bin Abdul Aziz.

Penulis Faizal Abdul Aziz.

 

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

9 Oktober 2021 - 18:33 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H)

9 Oktober 2021 - 07:40 WIB

Sejarah Maulid Nabi
Trending di Artikel