Menu

Mode Gelap
 

Kolom · 5 Agu 2021 00:00 WIB ·

Roti Khong Guan dan Santri yang Membaca al-Quran tapi Tidak Paham Maknanya


 Roti Khong Guan dan Santri yang Membaca al-Quran tapi Tidak Paham Maknanya Perbesar

Kebiasaan santri yang mencolok dari sudut pandang masyarakat. Malam ini saya jadi teringat kembali dengan sesuatu yang sangat berharga bagi saya. Saya teringat buah pikiran saya yang pernah terlahir di dalam perenungan saya.

roti khong guan
https://id.pinterest.com/pin/319896379786987932/

Tadi saya di sebuah warung makan ayam geprek yang sekilas tatanan toko dan macam menu-menunya persis seperti warmindo. Tapi bukan warmindo. Itu adalah warung makan ayam geprek seperti yang tertera di spanduk yang letaknya kurang bisa terlihat di depan warungnya.

Di saat saya akan pulang ke pondok dari situ yang tadinya hanya ingin cari es untuk dingin-dingin tubuh ndilalahe diajak ngobrol oleh sang penjual. 

Hanya sebentar, tidak lama kok. Tadinya saya saat berbicara dengan bapaknya itu, ya… hanya waton. Seperti ngomong dengan orang yang tidak kenal lalu saya mengakrabinya. Lalu singkat waktu, saat itu tiba-tiba bapaknya membuat obrolan dengan nyambung-nyambung pembicaraan. Ya, nanya nama siapa, sekolah mana, mau lanjut sekolah apa tidak dan sebagainya. 

Hingga topik obrolannya sampai tentang kakak-kakak saya. Nama saya juga ditafsiri, nama kakak saya juga. Katanya saya pendiam tapi kadang kalau saatnya perlu ngomong, ya ngomong. Juga pendiam tapi kalau sekali marah langsung kaya banteng. Hahaha

Katanya juga ridwan maulana itu menurut pengartian beliau adalah orang yang pendiam tapi diharapkan membawa pengayoman kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Kalau tidak salah begitu, saya sedikit lupa. Tidak apa-apa , itu juga bukan yang ingin saya sampaikan di sini. Yang paling saya ingat di dalam seputar perbincangan kita tadi adalah ini.

Saya tidak hafal kata-katanya bagaimana. Tapi intinya saya ingat. Intinya kalau jadi anak pesantren itu jadi orang yang empan papan. Bisa menempatkan diri di manapun. Seperti roti kong ghuan. 

Meskipun roti itu roti yang hampir sudah menjadi adat kebanyakan roti yang dibeli oleh umat muslim untuk dijadikan jamuan di bulan lebaran di rumah-rumah mereka, dan hampir bisa dikatakan itu adalah roti muslim. 

Tetapi roti itu tetap saja bisa masuk ke rumah siapa saja, entah itu rumahnya muslim atau si nonmuslim, atau yang biasanya disebut kafir oleh orang-orang. 

Jadi, intinya saya itu diweling istilahnya. Jangan jadi orang yang sombong dan suka menyalahkan orang lain. 

Biasanya, yang kerap menjadi penyakitnya anak-anak pesantren adalah sikap fanatik, membanggakan dan memamerka apa yang dia ketahui. 

Entah dengan lisan maupun dengan tindakan. Misal, ada orang yang baca al-quran tetapi tidak paham akan makna al-quran. Biasanya anak tersebut akan menyepelekannya. Entah dengan menghujatnya seperti, ah apa gunanya baca al-quran kalau tidak tahu artinya. Atau lain sebagainya, kalian bisa buat contoh-contoh sendiri. 

Padahal, kan. Kalau ada orang yang mau baca al-quran saja, walaupun tidak mengetahui artinya, itu kan sudah istimewa kalau dibandingkan dengan orang-orang yang sama sekali tidak mau membaca al-quran, bahkan menyentuhnya saja tidak mau. Nah, berarti kan sudah lumayan. Kok malah dihujat. 

Bagaimana coba kalau karena dihujat dia malah putus asa untuk berbuat baik. Bagaimana kalau dia malah memiliki anggapan baru bahwa jadi orang yang baik itu tidak enak dan sebagainya. Kan malah jadi lebih parah. 

Dan saya juga memiliki anggapan lagi bahwa kalau jadi orang itu harus memiliki cara berpikir yang luas sudut pandangnya. 

Terakhir, saya ingat juga beliau berpesan kepada saya, kalau jadi orang itu jangan pethakilan. 

Terimakasih, Pak, tapi maaf saya tadi tidak sempat nanya nama bapak siapa. 

Sekali lagi terimakasih pak.

Penulis Muhammad Abdan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pentingnya Khidmah Ndalem dan Pesantren Bagi Seorang Santri

2 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Sejarah Puasa Ramadhan

11 April 2021 - 15:34 WIB

Kisah Habib Ali Al-Jufri Menyesal karena Poligami

9 April 2021 - 11:58 WIB

Habib ali al-Jufri

Mengucapkan Kata Sayyidina Dalam Tasyahud

9 April 2021 - 02:19 WIB

Konstruksi Sosial dan Alasan Perempuan Jadi Teroris

6 April 2021 - 08:32 WIB

Akhlak kepada Nonmuslim

6 April 2021 - 00:02 WIB

Trending di Kolom