Menu

Mode Gelap
 

Kolom · 16 Jan 2020 07:24 WIB ·

Perjanjian Renville dan Tiga Tokoh Sumpah Pemuda yang Memberontak


 Perjanjian Renville dan Tiga Tokoh Sumpah Pemuda yang Memberontak Perbesar

Penulis: dr. Ainur Rofiq Al Amin, PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang
Kiai Wahab termasuk tokoh yang mendukung untuk masuk kabinet Hatta walau pemerintah terpaksa menerima perjanjian Renville (1948) yang merugikan itu.

Perjanjian Renville ini menimbulkan penentangan oleh anak bangsa yang terlibat sumpah pemuda dan akhirnya memicu pemberontakan. Kartosuwiryo melakukan pemberontakan karena menganggap perjanjian Renville ini merugikan umat dan bangsa. 

Karena konsekuensinya wilayah Indonesia tinggal Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Akhirnya tentara (yang di dalamnya juga terdapat Hizbulloh) harus memecah kekuatan: melawan agresi Belanda dan menumpas DI/TII.

Tidak hanya Kartosuwiryo, Amir Sjarifuddin juga melakukan pemberontakan PKI di Solo dan Madiun tahun 1948. Amir Sjarifuddin yang juga tokoh sumpah pemuda mulai menentang pemerintah karena dia diberhentikan oleh Soekarno dari jabatan perdana menteri. Dia dianggap gagal memperjuangkan kepentingan Indonesia di Perjanjian Renville. 

TNI dan Hizbulloh akhirnya menumpas pemberontakan ini.
Dengan demikian, Perjanjian Renville “memakan” korban dua tokoh sumpah pemuda yang akhirnya menjadi pemberontak.

Masih ada tokoh sumpah pemuda lagi yang memberontak, tapi lain faktor pemicu. Muhammad Yamin ikut dalam upaya kudeta yang gagal (1946) karena kecewa dengan kinerja kabinet Syahrir yang dinilai terlalu akomodatif terhadap keinginan Belanda.

Kembali ke Kiai Wahab, beliau adalah tokoh moderat (terlihat dari perjanjian Renville), tapi bisa tegas (saat keluar dari Masyumi dan melawan PKI). Tapi tetap harus diingat, ketegasannya adalah di titik akhir setelah sikap moderat buntu dilakukan. 

Menariknya lagi, untuk mempengaruhi agar tokoh Muhammadiyah mau ikut gabung di kabinet Hatta yang menerima perjanjian Renville, Kiai Wahab masih tetap sempat guyon khas NU (baca lebih lanjut di buku Tambakberas).

Anda yang tidak ikut sumpah pemuda dan tidak ikut berjuang untuk berdirinya NKRI, lalu mau mengganti NKRI dengan khilafah atau mau mengganti Pancasila? Apa kata dunia??? Kartosuwiryo yang pejuang melawan Belanda saja ditumpas karena memberontak yang memakan korban puluhan ribu jiwa. Demikian pula dengan Amir Sjarifuddin juga ditumpas.

Sumber:
1. Buku Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah
2. Kompas 4 November 2018

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Roti Khong Guan dan Santri yang Membaca al-Quran tapi Tidak Paham Maknanya

5 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Pentingnya Khidmah Ndalem dan Pesantren Bagi Seorang Santri

2 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Sejarah Puasa Ramadhan

11 April 2021 - 15:34 WIB

Kisah Habib Ali Al-Jufri Menyesal karena Poligami

9 April 2021 - 11:58 WIB

Habib ali al-Jufri

Mengucapkan Kata Sayyidina Dalam Tasyahud

9 April 2021 - 02:19 WIB

Konstruksi Sosial dan Alasan Perempuan Jadi Teroris

6 April 2021 - 08:32 WIB

Trending di Kolom