Menu

Mode Gelap
 

Akidah · 17 Agu 2021 00:55 WIB ·

Perbandingan Konsep Ketuhanan Mazhab Asyariyah dan Mu’tazilah


 Perbandingan Konsep Ketuhanan Mazhab Asyariyah dan Mu’tazilah Perbesar

Ajaran-ajaran mu’tazilah

At-Tauhid, untuk menjaga ke Esa an tuhan, mereka menolak semua perumpamaan antara Allah dan makhluknya. Mutazilah memiliki pandangan-pandangan sebagai berikut.

  1. Peniadaan sifat Tuhan
  2. Allah tidak dapat dilihat oleh mata walaupun di akhirat nanti. Tuhan itu Esa, bukan benda dan bukan Arrad serta tidak berlaku tempat padanya
    Menolak qodimnya al-Qur’an.
  3. Al-Adl, bagi mu’tazilah Tuhan tidak mungkin melakukan perbuatan yang bertentangan dengan keadilan, mereka berpendapat,
  4. Tuhan menguasai kebaikan dan tidak menghendaki keburukan
  5. Makhluk diciptakan tuhan atas dasar hikmah kebijaksanaan
  6. Allah tidak melarang sesuatu kecuali terhadap yang dilarang dan tidak menyuruh kecuali yang disuruh
  7. Manusia tidak memiliki qodrat dan irodat
  8. Manusia dapat dilarang atau dicegah untuk melakukan qodrat dan irodah
  9. Al-wa’d wa al-wa’id (janji dan ancaman). Pendapat mu’tazilah dalam hal ini
  10. Orang mu’min yang berdosa besar lalu mati sebelum bertaubat ia tidak akan mendapat ampunan dari Tuhan
  11. Di akhirat tidak ada syafaat sebab syafaat berlawanan dengan janji dan ancaman
  12. Tuhan akan membalas kebaikan manusia yang berbuat baik dan akan menjatuuhkan sika terhadap manusia yang melakukan kejahatan.
  13. Al manzilah bainal manzilatain (tempat diantara dua tempat), yaitu posisi yang dirumuskan washil bin Atho’ mengenai seorang muslim yang melakukan dosa besar. Menurutnya iman tidak hanya patuh atau setia pada dogma Islam, tapi termasuk amal perbuatan, oleh karena itu orang muslim yang melakukan perbuatan dosa besar tidak dapat disebut muslim juga tidak bisa disebut kafir dan tempatnya di akhirat kelak di al manzilah bainal manzilatain.
  14. Al amr bi al ma’rif wa al nahyu al munkaar (menyuruh kebaikan dan melarang keburukan.
Itulah ajaran-ajaran mu’tazilah yang berdasarkan oleh rasional, maka tidak heran jika terkadang mereka terpeleset dan sampai pada pandangan-pandangan yang kontradiktif.
Kesimpulannya adalah bahwa semua aliran dalam menjelaskan konsep ketuhanan berbeda-beda, dengan landasan yang berbeda-beda pula seperti ahlussunnah berlandaskan al-Qur’an sedangkan mu’tazilah dengan rasional.
Penulis Ahmad Kavin Azka.
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plagiasi dalam Sejarah Islam Kisah tentang as-Suyuthi

30 Oktober 2021 - 06:59 WIB

maulid

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

9 Oktober 2021 - 18:33 WIB

Sejarah Maulid Nabi
Trending di Artikel