Menu

Mode Gelap
 

Kabar · 4 Apr 2021 05:51 WIB ·

KH. Said Aqil: Ajaran Wahabi dan Salafi Sebagai Pintu Masuk Terorisme


 KH. Said Aqil: Ajaran Wahabi dan Salafi Sebagai Pintu Masuk Terorisme Perbesar

JIGANG.ID – KH. Said Aqil sebagai Ketum PBNU menyampaikan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Ia menyebut memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

Ketua PBNU KH Said Aqil

“Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme,” kata Said Aqil dalam webminar ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’ yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3/2021). Sebagaimana yang dikutip oleh detik.com

Said Aqil menegaskan ajaran Wahabi bukan terorisme, tetapi pintu masuk terorisme. Sebab, ajarannya dianggap ajaran ekstremisme.

“Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi ‘ini musyrik, ini bid’ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh’. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan salafi adalah ajaran ekstrem,” ujar KH Said Aqil.

Lalu, Said Aqil juga meminta agar ajaran agama di perguruan tinggi bagi jurusan selain agama Islam mengutamakan pembahasan terkait akidah, syariat, dan akhlak. 

Serta diperbanyak menjelaskan terkait akhlaqul karimah, misalnya menolong sesama, menghormati orang tua, membantu orang lagi susah, silaturahmi, menghormati tamu dan tetangga, menengok orang sakit, menengok orang sedang berduka karena kematian, tidak boleh dengki, tak boleh hasut, tidak boleh adu domba, dan menyebarkan hoaks. Jelas KH. Said Aqil.

“Jadi, kalau pelajaran agama disampaikan di fakultas yang bukan (jurusan) agama kemudian terulang-ulang ‘neraka, surga, kafir, sesat, musyrik, bid’ah, neraka surga’. Wah, radikal semua itu, itu bagian fakultas yang memperdalam akidah, yang memperdalam syariah,” ujar KH. Said Aqil.

“Kalau di fakultas umum cukup hanya mengenal hanya mengajak meyakini itu yang ditekankan adalah akhlakul karimah, menghindari radikalisme yang tumbuh di perguruan tinggi jurusan teknik atau yang bukan jurusan agama. Ini yang saya lihat kurikulum yang harus dijalankan di perkuliahan mata kuliah agama di perguruan tinggi yang bukan jurusan agama Islam,” imbuhnya.

(aby/aby)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sukses Jual Hingga 20.000 Dimsum Perhari; Bisnis Baru Sasar Penggemar Korea

7 Agustus 2021 - 23:40 WIB

UIN Walisongo Diharapkan Jadi Benteng Pancasila Melawan Radikalisme

6 Agustus 2021 - 06:25 WIB

Kuota Haji 2021, Indonesia Tak Dapat Kuota?

2 Juni 2021 - 23:26 WIB

Menag Yaqut Cholil

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan Selasa, 13 April 2021

11 April 2021 - 22:55 WIB

E-Money Bank Mandiri Bertema Nasionalisme

10 April 2021 - 00:21 WIB

Abuya Uci Wafat; Ulama Kharismatik Pengasuh Pesantren Al-Istiqlaliyyah

6 April 2021 - 07:15 WIB

Buya uci
Trending di Kabar