Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 8 Agu 2021 12:25 WIB ·

Keutamaan Puasa Bulan Muharram Pahala Dilipatgandakan


 maulid Perbesar

maulid

Keutamaan Puasa Muharram merupakan salah satu puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadhan. Pahala puasa Muharram juga dilipatgandakan. Kenapa? sebab, Bulan Muharram adalah satu dari empat bulan mulia yang disebut dengan bulannya Allah atau syahrullah. sebagaimana Allah berfirman : 

 إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ 

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36) 

keutamaan puasa muharram
jigang.id

Dalil dan Keutamaan Puasa Bulan Muharram

Terkait dengan dalli dan keuatamaan puasa bulan Muharram, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. 

Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena keempat bulan tersebut disucikan. Sebenarnya ada 3 amalan yang sunnah dilakukan pada bulan muharram, namun pada tulisan ini akan fokus pada sisi puasanya saja.

Oleh sebab itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham, yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.

Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ 

“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim). 

Selain hal di atas, dalil keutamaan puasa Muharram sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan ini disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telag bersabda :

 أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم 

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim). 

Dalam Syarah Sahih Muslim, Imam Nawawi menyebutkan bahwa, 

“Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah”

Sunnah Puasa bulan Muharram Menurut Jumhur Ulama

Seturut dengan penjelasan di atas, Ustaz Muhammad Ajib MA yang dikutip dari rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, puasa di bulan haram salah satunya Muharram sangat disunnahkan untuk dikerjakan.

Jumhur ulama dari tiga madzhab yakni Hanafi, Maliki dan Hambali juga sepakat dengan kesunnahan puasa Muharram. 

Muhammad Ajib menjelaskan, Imam An Nawawi, para ulama Syafi’iyah berkata di antara puasa yang mustahab (yang disunnahkan) yaitu puasa di bulan-bulan haram yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. 

Dari empat bulan itu yang paling utama yaitu puasa di Bulan Muharram. Selain Imam Nawawi, Syeikh Nawawi Al Bantani pun menyitir di dalam kitabnya Nihayatuz Zain mengatakan, puasa sunnah yang tingkatannya tinggi atau dianjurkan di antaranya adalah puasa Arafah dan puasa-puasa di Bulan Haram. 

Kembali mengutip Muhammad Ajib, ia melanjutkan bahwa “Di Bulan Muharram itu diperbanyak puasa sunnah. boleh dilakukan kapan pun tanggal 1, 2 atau tengah2 bulan. Puasa Muharam bukan hanya tanggal 9-10 saja. Selain kedua tanggal itu juga sangat dianjurkan. Misalnya tanggal 1 Muharram yang merupakan penanda tahun baru Islam,”

Keutamaan lain Puasa Muharram Pahalanya Dilipatgandakan 

Disebutkan dalam hadits juga sehari di Bulan Muharram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Al Hafidz Ibnu Hajar, penulis syarah sahih Bukhari menjelaskan, 

“Diriwayatkan dari Hafshah, dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya penebus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa satu hari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari”. 

Kata Ibnu Abbas, waktu Nabi SAW hijrah mendapati orang-orang Yahudi berpuasa di tanggal 10 Asyura. Orang Yahudi ditanya, kenapa kalian puasa tanggal 10 Asyura. Mereka menjawab ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa as dari Fir’aun. 

Kami berpuasa memperingati peristiwa itu. 

Ada satu hari yang sangat istimewa yakni Hari Asyura atau hari ke-10 di Bulan Muharram. Asyura berasal dari kata asyara, artinya bilangan sepuluh. Di hari itu, dianjurkan untuk menjalankan Puasa Asyura. 

Hukum puasa Asyura adalah sunnah yang berarti dianjurkan dan berpahala bagi yang mengerjakannya namun tidak berdosa bagi yang tidak mengerjakannya. 

Adapun keutamaan puasa Asyura tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah, bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang telah lalu (HR Muslim 2/819). 

Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits di atas dengan menjelaskan di bawah ini: 

“Yang dimaksud dengan kaffarat (penebus) dosa adalah dosa-dosa kecil, akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar, Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya.” 

Selain pada tgl 10, Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk berpuasa tanggal 9 Muharram untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram. 

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata, 

“Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal sebelum sampai tahun berikutnya” (HR Muslim 1134). 

صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما 

“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar). Hadis ini dinilai hadis hasan oleh Syaikh Ahmad Syakir. 

Selain itu, hadis ini juga dikuatkan hadis lain, yang diriwayatkan AlBaihaqi dalam Sunan Al-Kubra dengan lafadz:

 صوموا قبله يوماً وبعده يوماً

“Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.” Sesuai kalender Islam, Tahun Baru Islam 2021 atau 1 Muharram 1443 Hijriyah jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021 dan Muslim bisa melaksanakan puasa sunnah Muharram. 

Puasa sunnah di Bulan Muharram ini bisa dan boleh dikerjakan pada awal bulan, tengah maupun pada akhir bulan. Namun, terdapat puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan di Bulan Muharram ini, yakni Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan hari ke 9 yaitu Tasu’a untuk membedakan puasa dari orang yahudi sebagaimana telah dipaparkan penjelasan di atas.

Penulis Abdul Ghafur.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

Niat Sholat 5 Waktu Lengkap dengan Artinya

19 Oktober 2021 - 13:51 WIB

Sholat wajib

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Perbedaan Syarat dan Rukun dalam Ibadah

17 Oktober 2021 - 07:11 WIB

Dalil Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Trending di Amalan