Menu

Mode Gelap
 

Akidah · 3 Agu 2021 00:30 WIB ·

Jalan Tengah Kerangka Berpikir Teologi Aliran Asyariyah


 Jalan Tengah Kerangka Berpikir Teologi Aliran Asyariyah Perbesar

Kerangka Berpikir Aliran Ays-ariyah. Mengkaji aliran-aliran ilmu kalam pada dasarnya merupakan upaya memahami kerangka berpikir dan proses pengambilan keputusan para ulama aliran teologi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam. 

jigang.id

Perbedaan satu pemikiran dengan pemikiran lainnya dalam pengkajian suatu objek merupakan suatu yang natural, sebab pada dasarnya potensi biologis maupun psikologis seseorang yang secara natural sangat distingsif. 

Berkaitan dengan hal ini Waliyullah ad-Dahlawi pernah mengatakan bahwa para sahabat dan tabiin biasa berbeda pendapat dalam mengkaji masalah-masalah tertentu. 

Pemicu adanya perbedaan pendapat dikalangan para sahabat dan tabiin dilihat lebih lanjut di antaranya adalah kenyataan bahwa terdapat beberapa sahabat yang mendengar secara langsung ketentuan hukum dari Nabi saw, sementara yang lain tidak. 

Kemudian yang tidak mendengar secara langsung itu lalu berijtihad. Dari sini, kemudian terjadi perbedaan pendapat dalam memutuskan ketentuan hukum. Bertolak dari pandangan-pandangan di atas, perbedaan pendapat dalam masalah objek kajian teologi erat kaitannya dengan metode berpikir aliran kalam dalam menguraikan objek kajiannya. 

Secara garis besar perbedaan metode berpikir itu bisa dikategorikan menjadi dua yaitu metode rasional dan tradisional. Di samping dua kategori yang telah disebutkan sebelumnya, ada juga pengkategorian muncul karena perbedaan kerangka dalam berpikir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam, salah satunya aliran konvergensi atau sintetis. 

Aliran konvergensi menganggap hakikat realitas transenden bersifat supra sekaligus intrakosmos, personal dan impersonal, makhluk dan Tuhan, lenyap dan abadi, tampak dan abstrak dan sifat lain yang dikotomik. 

Ibn Arabi menamakan sifat-sifat yang semacam ini dengan insijam al-azali. Aliran ini memandang bahwa manusia adalah tajjali atau cermin asma’ dan sifat sifat realitas mutlak itu. 

Aliran konvergensi memandang bahwa segala sesuatu yang ada pada dasarnya selalu dalam ambigu, baik secara substansial maupun formal. Secara substansial, sesuatu mempunya nilai-nilai batini, huwiyah dan eternal (qadim) karena merupakan gambaran al-Haq. 

Dari sisi ini, sesuatu tidak dapat dimusnahkan sembarangan, kecuali atas kehendak-Nya yang mutlak. Kemudian secara formal, sesuatu mempunyai nilai-nilai zahiri, anniyah dan temporal (huduts) karena merupakan cerminan al-Haq. Sesuatu dapat dimusnahkan kapan saja karena sifat makhluk adalah profan dan relatif. 

Eksistensinya sebagai makhluk mengikuti sunnatullah dan natural law yang berlaku. Aliran ini berkeyakinan bahwa hakikat daya manusia adalah kerjasama antara daya yang transendental (Tuhan) dalam bentuk kebijaksanaan dengan daya yang temporal (manusia) dalam bentuk teknis.

Dampak dari yang telah disebutkan di atas adalah ketika daya manusia tidak berpartisipasi dalam proses peristiwa yang terjadi pada dirinya, melainkan hanya daya dari transendental maka oleh sebab itu ia tidak memperoleh pahala atau siksaan dari Tuhan. 

Dan sebaliknya, ketika suatu peristiwa terjadi pada dirinya, dan ia telah berusaha melakukannya, yang pada dasarnya yang memproses peristiwa itu adalah kerjasama harmonis antara daya transendental dan daya temporalnya. Maka dengan itu konsekuensinya manusia bisa memperoleh pahala atau siksaan dari Tuhan. 

Kebahagiaan pagi para penganut aliran ini adalah saat ia mampu membatasi dirinya agar tidak terlalu jauh ke kanan atau ke kiri, tetapi tetap di tengah-tengah antara berbagai ekstremitas. Intinya, kemerdekaan kehendak manusia yang profan selalu berdampingan dengan determinisme transendental Tuhan yang sakral dan menyatu dalam daya manusia. 

Dan aliran teologi yang dimasukkan dalam kategori ini adalah Asy’ariyah.

Penulis: Samanarnik

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

9 Oktober 2021 - 18:33 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H)

9 Oktober 2021 - 07:40 WIB

Sejarah Maulid Nabi
Trending di Artikel