Menu

Mode Gelap
 

Kolom · 15 Mar 2021 23:00 WIB ·

Hubungan Antara Mazhab Fikih dan Mazhab Qiraah


 Hubungan Antara Mazhab Fikih dan Mazhab Qiraah Perbesar

JIGANG.ID – Sejauh mana hubungan sejarah penyebaran suatu mazhab fikih dengan mazhab qiraah? Dalam beberapa kasus, kita bisa lihat bahwa di beberapa wilayah yang mengikuti mazhab fikih Maliki maka mazhab bacaan/qiraah di situ adalah qiraah Imam Nafi’ dari Madinah, dengan riwayat Qalun atau Warsy.

Mazhab Qiraat

Begitu juga dalam pandangan sebagian peneliti, bahwa qiraah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh mulai tersebar di masa Dinasti Ustmaniyah yang banyak wilayahnya mengikuti mazhab Hanafi, dan dalam catatan sejarah disebut Imam Abu Hanifah pernah mengaji Alquran kepada Imam ‘Ashim, meski masih ada beberapa faktor lain yang melatarbelakangi tersebarnya bacaan Imam Hafsh terutama soal cetakan pertama untuk Mushaf Alquran dan rekaman bacaan murattal pertama 30 juz. 

Tapi bagaimana dengan Imam al-Syafii?

Disebutkan bahwa Imam al-Syafii pernah mengaji Alquran kepada Imam Ibnu Katsir al-Makki, akan tetapi, wilayah-wilayah yang mayoritas bermazhab syafi’i tidak mengikuti bacaan imam Ibnu Katsir, mengapa? saya belum menemukan jawaban. 

Misalnya Mesir, sejak sekitar abad ke-6 sampai pertengahan abad ke-12 H bacaan Imam Abu ‘Amr al-Bashri menjadi bacaan mayoritas, menurut keterangan syekh Ali al-Dhabba’.

Mungkin menarik jika ada yang meneliti soal hubungan antar sejarah penyebaran mazhab fikih dan mazhab qiraah, lebih-lebih: Sejauh mana pengaruh bacaan Ibnu Katsir pada istinbath hukum yang dilakukan oleh Imam al-Syafii?

Berikut ini ungkapan ‘Almuddin al-Sakhawi soal bacaan basmalah di awal al-Fatihah, yang intinya bahwa Imam Ashim, Ibnu Katsir, Imam Ali al-Kisa’i dan Imam Hamzah membaca basmalah di awal al-Fatihah. 

(perlu dibedakan antara konteks membaca al-Fatihah di dalam sholat dan di luar sholat/mengaji)

قال السخاوي: اتفق القراء عليها أول الفاتحة، وابن كثير وعاصم والكسائي يعتقدونها آية منها ومن كل سورة، ووافقهم حمزة على الفاتحة فقط. وأبو عمرو وقالون ومن تابعه من قراء المدينة لا يعتقدونها آية من الفاتحة. القسطلاني، لطائف الإشارات.

Ungkapan al-Sakhawi di atas dikomentari oleh Ibnu al-Jazari, bahwa tidak semua ulama Madinah seperti itu, sebagai contoh Ibnul Musibi dari Madinah menjelaskan:
 

قال ابن المسيبي: كنا نقرأ “بسم الله الرحمن الرحيم” أول فاتحة الكتاب، وفي أول سورة البقرة وبين السورتين في العرض والصلاة، هكذا كان مذهب القراء بالمدينة، قال: وفقهاء المدينة لا يفعلون ذلك. ابن الجزري، النشر في القراءات العشر.
Untuk perbedaan pendapat mazhab-mazhab fikih mengenai bacaan Basmalah dapat dibaca dalam kitab Rawa’i al-Bayan karya Ali Al-Shabuni. 
Wallahu A’lam.
Penulis: Abdul Jalil Muhammad
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Roti Khong Guan dan Santri yang Membaca al-Quran tapi Tidak Paham Maknanya

5 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Pentingnya Khidmah Ndalem dan Pesantren Bagi Seorang Santri

2 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Sejarah Puasa Ramadhan

11 April 2021 - 15:34 WIB

Kisah Habib Ali Al-Jufri Menyesal karena Poligami

9 April 2021 - 11:58 WIB

Habib ali al-Jufri

Mengucapkan Kata Sayyidina Dalam Tasyahud

9 April 2021 - 02:19 WIB

Konstruksi Sosial dan Alasan Perempuan Jadi Teroris

6 April 2021 - 08:32 WIB

Trending di Kolom