Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 8 Okt 2021 14:37 WIB ·

Dalil Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad


 Dalil Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad Perbesar

jigang.id – Dalil maulid Nabi Muhammad secara jelas (sarih/eksplisit) tidak ditemukan di dalam al-Quran maupun hadis. Namun, tidak menemukan dalil secara jelas bukan berarti tidak ada dalil yang membenarkan perayaan maulid Nabi tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa orang yang pertama kali merayakan maulid Nabi adalah Raja Irbil al-Muzaffar. Namun benarkan demikian?

Secara implisit, dalil maulid Nabi sebenarnya banyak sekali. Ada beberapa yang penting untuk menuliskan di sini sebagai gambaran tentang dalil-dalil maulid tersebut. Semua data mengambil dari situs NU Online.

  1. Maulid Nabi Perspektif al-Quran dan Sunnah
  2. Penjelasan Ulama tentang Maulid Nabi
  3. Tanya Jawab Ilmiah tentang Maulid Nabi

Dari ketiga artikel di atas, semua menunjukkan bahwa terdapat dalil-dalil baik di dalam al-Quran maupun hadis yang membolehkan untuk merayakan maulid Nabi Muhammad. Namun, untuk memperjelas agar mudah terdeteksi apa saja dalil-dalil di dalam al-Quran dan Hadis yang membenarkan adanya maulid Nabi, akan dijelaskan sebagai berikut;

Dalil Maulid Nabi di dalam Hadis

Merayakan maulid merupakan luapan kegembiraan atas terlahirnya Nabi Muhammad ﷺ di dunia. Bergembira atas kelahiran Nabi manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang beriman, namun juga oleh non-Muslim.   

Di setiap hari Senin, Abu Lahab diringankan siksanya, karena ia senang atas kelahiran Nabi, bahkan Abu Lahab memerdekakan budak perempuannya, Tsuwaibah al-Aslamiyyah untuk menyusui Nabi.   

Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan:

  قَالَ عُرْوَةُ وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ قَالَ لَهُ مَاذَا لَقِيتَ قَالَ أَبُو لَهَبٍ لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ  

“Urwah berkata, Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab. Ia dimerdekakan oleh Abu Lahab, untuk kemudian menyusui Nabi. Ketika Abu Lahab meninggal, sebagian keluarganya bermimpi bahwa Abu Lahab mendapatkan siksa yang buruk. Di dalam mimpi itu, Abu Lahab ditanya. Apa yang engkau temui? Abu Lahab menjawab, aku tidak bertemu siapa-siapa, hanya aku mendapatkan keringanan di hari Senin karena aku telah memerdekakan Tsuwaibah.”

Hadits ini juga disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, al-Imam Abdur Razzaq dalam kitab al-Mushannaf, al-Hafizh al-Baihaqi dalam kitab al-Dalail, al-Imam Ibnu Katsir dalam kitab al-Bidayah, al-Hafizh al-Baghawi dalam Syarh al-Sunnah, Ibnu Hisyam al-Suhaili dalam al-Raudl al-Anuf, dan al-Imam al-‘Amiri dalam Bahjah al-Mafahil.  

Meski merupakan hadits mursal, namun hadits ini tetap dapat diterima riwayatnya, sebab al-Imam al-Bukhari sebagai pakar hadits yang otoritatif mengutipnya dalam kitab al-Shahih, demikian pula para ulama, para penghafal hadits berpegangan pada riwayat tersebut. Di sisi yang lain, hadits tersebut tidak berbicara halal-haram, namun berkaitan dengan sejarah, sehingga tetap bisa dibuat hujjah.

Setelah mengetahui dalil maulid Nabi di dalam Hadis, sekarang apa dalil maulid di dalam al-Quran?

Dalil di dalam Al-Qur’an

Di antara dalil perayaan maulid Nabi Muhammad menurut sebagian Ulama` adalah firman Allah:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya: “Katakanlah, dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad Saw) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira.” (QS.Yunus: 58) Ayat ini menganjurkan kepada umat Islam agar menyambut gembira anugerah dan rahmat Allah.

Terjadi perbedaan pendapat diantara ulama dalam menafsiri الفضل dan الرحمة.

Ada yang menafsiri kedua lafadz itu dengan Al-Qur’an dan ada pula yang memberikan penafsiran yang berbeda. Abu Syaikh meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa yang dimaksud dengan الفضل adalah ilmu, sedangkan الرحمة adalah Nabi Muhammad SAW.

Pendapat yang masyhur yang menerangkan arti الرحمة dengan Nabi SAW ialah karena adanya isyarat firman Allah SWT yaitu,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: “Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Ambiya’:107).”

[Abil Fadhol Syihabuddin Al-Alusy, Ruhul Ma’ani, Juz 11, hal. 186] Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW ialah dianjurkan berdasarkan firman Allah SWT pada surat Yunus ayat 58 di atas. [Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani, Ikhraj wa Ta’liq Fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, hal 6-7]

Dalam kitab Fathul Bari karangan al- Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani diceritakan bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah.

Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafirpun dapat merasakannya. [Ibnu hajar, Fathul Bari, Juz 11, hal 431] Riwayat senada juga ditulis dalam beberapa kitab hadits di antaranya Shohih Bukhori, Sunan Baihaqi al-Kubra dan Syi`bul Iman. [Maktabah Syamilah, Shahih Bukhari, Juz 7, hal 9, Sunan Baihaqi al-Kubra, Juz 7, hal 9, Syi`bul Iman, Juz 1, hal 443].

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Asbabun Nuzul Surat al-Kahfi atau Sebab Turunnya Surat al-Kahfi

15 Oktober 2021 - 08:47 WIB

Asmaul husna

7 Keutamaan Surat al-Kahfi Saat Dibaca di Hari Jumat

14 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia

9 Oktober 2021 - 18:33 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Maulid Nabi Menurut Sejarawan al-Sakhawi (902 H)

9 Oktober 2021 - 07:40 WIB

Sejarah Maulid Nabi
Trending di Artikel