Menu

Mode Gelap
 

Fikih · 1 Jun 2021 00:36 WIB ·

Bolehkah Shalat Jamaah Posisi Laki-laki dan Perempuan Sejajar?


 Bolehkah Shalat Jamaah Posisi Laki-laki dan Perempuan Sejajar? Perbesar

 

JIGANG.ID – Shalat jama’ah mempunyai keutamaan yang sangat besar yaitu 27 derajat dibandingkan dengan shalat sendiri (munfarid), oleh karena itu para ulama fikih memberikan tata cara dalam melaksanakan shalat jamaah, terutama di dalam masjid. 

Posisi shalat jamaah antara laki-laki dan perempuan di dalam masjid seharusnya adalah laki-laki di barisan depan, lalu diikuti dengan jamaah perempuan di belakang shaf laki-laki. Hal ini berdasarkan pendapat Imam Qulyubi di dalam kitab Mahalli menyebutkan bahwa posisi sunnah adalah perempuan di belakang jamaah laki-laki. 

Fenomena yang sering terjadi di masjid-masjid adalah jamaah laki-laki dan perempuan sejajar dan dipisahkan dengan satir. 

Lalu apakah hal tersebut bisa membatalkan jamaah, bahkan shalat? Jawabannya adalah tidak. 

Ketika perempuan posisinya sejajar dengan laki-laki dalam shalat jamaah hukumnya tidak membatalkan shalat dan jamaah, hanya saja bisa menghilangkan keutamaan jamaah sebab dimungkinkan ada kemungkaran di dalam masjid. 

Hal ini berdasarkan pendapat Imam al-Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumidin di juz 2 yang menjelaskan tentang kemungkaran di dalam masjid. Solusi yang diberikan oleh Imam al-Ghazali adalah dengan memberikan satir di antara laki-laki dan perempuan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Niat Sholat 5 Waktu Lengkap dengan Artinya

19 Oktober 2021 - 13:51 WIB

Sholat wajib

6 Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat

18 Oktober 2021 - 07:05 WIB

Sejarah Maulid Nabi

Perbedaan Syarat dan Rukun dalam Ibadah

17 Oktober 2021 - 07:11 WIB

Dalil Maulid Nabi

Benarkah Tidak Boleh Melangsungkan Akad Nikah pada Bulan Muharram?

10 Agustus 2021 - 08:19 WIB

Keutamaan Puasa Bulan Muharram Pahala Dilipatgandakan

8 Agustus 2021 - 12:25 WIB

maulid

13 Sunnah dalam Wudlu, Lakukan ini Banyak Keutamaannya

26 Juli 2021 - 14:48 WIB

Trending di Fikih