Menu

Mode Gelap
 

Biografi · 22 Okt 2021 19:50 WIB ·

Abu Hasyim As-Shufi, Orang Pertama Bergelar Sufi


 Kisah Sahabat Nabi Muhammad Perbesar

Kisah Sahabat Nabi Muhammad

JIGANG.ID – Abu Hasyim As-Shufi adalah tokoh sufi yang pertama kali muncul di Madrasah Bagdad sejak kota itu dijadikan pusat kebudayaan Islam oleh Al Manshur pada tahun 145 H. Abu Hasyim adalah figur yang misterius.

Tentang Abu Hasyim

Kemisteriusan itu kembali kepada langkanya kisah tentang dia, sehingga para sejarahwa sufiyah tidak mengisyaratkan kabilahnya dan seorangpun tidak menyebutkan bahwa Abu Hasyim berkebangsaan Arab. Beberapa sumber mengatakan bahwa Abu Hasyim termasuk bekas budak.

Meskipun demikian, Abu Hasyim adalah sosok yang perlu diperhatikan dalam sejarah sufi Islam secara umum dan dalam sejarah sufi Madrasah Bagdad secara khusus. Di dalam sejarah tasawuf, nama Abu Hasyim As-Shufi sering disebut-sebut juga.

Hal itu menyimpulkan bahwa Abu Hasyim adalah orang yang bergelar sufi atau dia orang yang pertama dari orang-orang pilihan Bagdad.

Masignon mengutip dari Al Hadzani, bahwa orang yang pertama digelari sufi di Bagdad adalah Abduk, termasuk guru angkatan tua dan kuno. Dia hidup sebelum Bisyr bin Al Harits Al Hafi dan Sirri As Saqathi. Abduk meninggal dunia tahun 210 H.

Tasawuf Abu Hasyim As-Shufi

Sekarang kita beralih ke poin penting yang berhubungan dengan kehidupan ruhani menurut Abu Hasyim. Kami bertanya-tanya, apakah Abu Hasyim pengikut Syiah atau Sunni? Sebagian sejarahwan sufi menuduh Abu Hasyim pengikut Syiah hanya karena dia semasa dengan Jabir bin Hayyan yang mencetuskan ilmu kimia bercampur dengan tasawuf pada saat pertama kali muncul.

Bahkan sebagian sejarahwan menuduh dia berfaham ittihad dan hulul, hanya saja dia disebut sufi karena memakai baju dari bulu. Ada pendapat lain, bahwa Abu Hasyim pengikut Jabariyah secara lahir dan pengikut Bathiniyah secara batin.

Termasuk hal yang menimbulkan kebingungan adalah, bahwa DR Asy Syaibi dalam mencantumkan seluruh pendapat di atas bertendensi pada seorang Pengarang mutakhir muda, yaitu Haji Ma’shum Ali yang mengutip dari pemikir Syi’ah, Ibnu Nubakhti Penyusun Ushul Ad Diyanat.

Namun kenyataannya, semua tuduhan di atas keliru dan tidak ada dasarnya. Abu Hasyim adalah sufi Sunni dan hal ini dikuatkan oleh Muhammad Kurdi Ali yang mengatakan, bahwa orang yang pertama digelari Sufi dari Ahli Sunah adalah Abu Hasyim Al Kufi.

Abu Hasyim. Dia berkata: “Sungguh membajak gunung dengan jarum lebih mudah daripada mengeluarkan takabur dari hati”

Redaksi sufi ini mirip dengan redaksi Hasan Basri ketika menyebut orang-orang yang memakai pakaian dari bulu: “Mereka menyembunyikan takabur dalam hati dan menampakkan tawadhu’ dalam pakaian. Demi Allah, salah seorang dari mereka lebih membanggakan selimutnya daripada pemilik sutra bergambar membanggakan sutranya”.

Dari kedua redaksi di atas, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa Abu Hasyim seorang sufi Sunni dan mungkin barangkali sebenarnya ada hubungan antara Hasan Basri dengan Abu Hasyim.

Hubungan antara Abu Hasyim Az-Zahid dengan sekte Malamatiyah

Ada poin lain mengenai tasawuf Abu Hasyim dan barangkali ini merupakan poin penting yang layak untuk diperhatikan dan diperhitungkan, sebab tidak seorangpun dari penulis mengenai sufi berpaling kepadanya. Poin tersebut berkaitan dengan sebuah kelompok sufi baru yang bernama Malamatiyah yang termasuk sufi Khurasan yang berkebalikan dengan sufi Irak.

Sufyan Ats Tsauri berkata setelah berguru kepada Abu Hasyim: “Aku selalu riya tanpa aku sadari, sampai aku berguru kepada Abu Hasyim”. Dalam kesempatan lain Sufyan berkata: “Seandainya tidak karena Abu Hasyim, aku tidak tahu riya yang lembut”.

Tokoh sekte Malamatiyah paling tenar adalah Hamdun Al Qashar (penjual kuningan), pendiri Mulamatiyah sejati, Abu Hafsh Al Haddad dan Abu Utsman Al Hiri. Sekte Malamatiyah berdiri di atas dua pondasi pokok, yaitu melawan nafsu baik lahir maupun batin dan menyembunyikan hal-hal yang bersifat ruhani, khususnya yang berkaitan dengan Allah.

Jika sifat Abu Hasyim ditiru oleh Sufyan Ats Tsauri dan keduanya meninggal pada setengah abad kedua dari abad dua H, maka kami menyimpulkan, bahwa Abu Hasyim adalah termasuk pendiri kaidah-kaidah madzhab Malamatiyah, sebab madzhab ini tersebar luas pada setengah abad kedua dari abad tiga H. Abu Hafsh meninggal tahun 270, Hamdun tahun 271 H dan Abu Utsman tahun 298 H.

Dikutip dari santripedia

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abdullah bin Umar Periwayat Hadis Terbanyak Setelah Abu Hurairah

20 Oktober 2021 - 06:15 WIB

Sahabat Nabi Muhammad

Muhammad Yasin Al-Fadani Biografi Lengkap

16 Oktober 2021 - 15:12 WIB

Syekh Yasin al-fadani dan gus dur

KH Maimun Zubair Biografi Lengkap

16 Oktober 2021 - 06:36 WIB

Biografi KH Maimun Zubair

Biografi Pengarang Maulid Simthudduror dan Sejarahnya

1 Agustus 2021 - 00:00 WIB

Sufi dan Tasawuf itu Apa, sih?

10 April 2021 - 06:06 WIB

Khalifah

Kisah Habib Ali Al-Jufri Menyesal karena Poligami

9 April 2021 - 11:58 WIB

Habib ali al-Jufri
Trending di Fikih